Strategi Anak Kost Hadapi Bulan Ramadhan

Sudah tahukan gimana hidup anak rantau atau anak kos? Memutuskan segala sesuatu harus sendiri dan hidup jauh dari orang tua. Dan, sekitar 70% kehidupan mereka tergolong mengenaskan apalagi ketika bulan puasa datang. Anak rantau dipaksa hidup mandiri dan mempersiapkan segalanya sendiri untuk persiapan puasa.

Memang mengenaskan jika menjalani puasa tanpa ada orang tersayang disekitar kita. Tapi anak kos juga punya strategi sendiri agar puasa mereka lebih bermakna. Berikut ini adalah gaya anak kos (perantau) menjalani puasa di kampung orang.

Baca Juga : Daftar Menu Sahur Murah Meriah & Praktis Bagi Anak Kost

Buka Bersama di Acara Sosial

Kebanyakan anak kost mengartikan semua bulan di dalam kalender adalah bulan puasa. Menahan makan, minum dan membeli barang-barang yang dinginkan. Puasa bukan karena niatan puasa tetapi karena memang tidak punya duit. Jadi ketika puasa datang tidak ada bedanya bagi mereka. Biasanya, mereka makan hanya ketika lapar. Ini adalah alternatif terbaik untuk mengurangi pengeluaran uang bagi mereka. Dan ketika puasa datang, mereka mengambil buka bersama gratis atau membayar separuh dari harga biasa. Seperti buka bersama di pengajian atau acara sosial organisasi.

Buka Bersama dengan Penghuni Masjid

Gaya puasa anak kos satu ini paling sering digunakan. Alih-alih ingin jelajah masjid se-kota, tapi alasan sebenarnya adalah untuk berbuka puasa di masjid sehingga mengurangi pengeluaran untuk makan buka puasa. Hayo, ngaku siapa yang sering memakai trik satu ini? Yah, Cara ini memang paling ampuh dari pada yang lain untuk bisa menghemat pol-polan hingga akhir bulan. Selain berbuka puasa dengan menu mewah, ada juga takjil yang sulit dijangkau bagi anak kos. Namun, tak jarang dari mereka mendapatkan zonk karena banyaknya orang di dalam masjid.

Baca Juga : Tips Irit Berpuasa Ala Anak Kost

Bekal Makan Sahur Dari Jalanan

Selain menyediakan menu berbuka puasa, ada beberapa masjid yang juga menyediakan kotakan nasi untuk dibawa pulang bagi para musafir. Kotakan nasi inilah yang juga menjadi penyelamat anak kost dan dijadikan bekal sahur bagi anak kos, loh. Bukan hanya di masjid saja bekal sahur ini ada. Ketika berada di perjalanan pulang, ada beberapa orang yang menyebarkan kotakan ini dijalanan. Biasanya di perempatan jalan atau di trotoar yang ramai dengan orang berkumpul.

Ngabuburit Gratisan

Ngabuburit gak harus selalu berdompet tebal dan membeli makanan mahal. Ujung-ujungnya ketika berbuka puasa, takjil carian tadi terdampar di meja dan tak tersentuh. Meski sebelum berbuka semuanya ingin dimakan, beda ketika sudah makan. Makanya, banyak orang yang lebih mencari gratis dari pada beli mahal tapi tak dimakan. Anak kos juga sama. Apapun yang berbau gratis pasti cepat di ambil. Salah satunya negabuburit gratis dengan berkunjung ke lokasi perbelanjaan yang menyediakan takjil gratisan.

Always Mie Instan

Namanya juga anak kos. Yang namanya mie instan tak pernah ketinggal menjadi menu favorit. Bukan hanya hari biasa, puasa kalau tidak ada mie terasa hambar. Dan jadinya sahur dan buka menunya tetap sama dengan menggunakan mie. Sedikit sulit untuk menghilangkan mie dari daftar menu. Apalagi bagi mereka yang tidak memiliki alat dapur di tempat kost. Miris, ya alternatif paling manjur mereka menggunakan rice cooker untuk masak. Ya, semuanya jadi bisa jika dengan anak kos.

Menyandang status anak kost memang penuh dengan suka dan duka. Tapi bukan berarti menjadi anak kos bakal sengsara selamanya. Bisa jadi ketemplok rejeki seperti diatas. Semuanya tergantung dari niatan masing-masingkan?

Sumber: boombastis.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *